Mitsubishi Pajero, khususnya Pajero Sport diesel, dikenal sebagai SUV berukuran besar yang menawarkan performa kuat untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota. Namun, dengan harga BBM diesel yang mengalami perubahan, biaya bahan bakar menjadi salah satu hal penting yang perlu dihitung sebelum memilih kendaraan ini.
Untuk wilayah Lampung, harga Dexlite per September 2026 tercatat Rp24.200 per liter. Harga tersebut berbeda dengan harga rata-rata yang diberitakan untuk wilayah Jakarta, sehingga perhitungan biaya di bawah menggunakan harga Dexlite Lampung.






Harga Dexlite September 2026
Harga Dexlite mengalami kenaikan cukup besar pada awal September 2026. Secara nasional, Dexlite tercatat naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Untuk wilayah Lampung dan sejumlah provinsi Sumatera lainnya, harga yang tercantum adalah Rp24.200 per liter.
Dengan harga tersebut, pemilik Pajero perlu memperhitungkan konsumsi BBM berdasarkan kondisi pemakaian.
Konsumsi nyata tentu berbeda-beda tergantung kondisi kendaraan, tekanan ban, beban penumpang, kecepatan, kemacetan, penggunaan AC, serta gaya mengemudi.
Sebagai gambaran, sejumlah sumber otomotif menempatkan konsumsi Pajero Sport diesel di kisaran 12–14 km/liter, sementara penggunaan dalam kota dapat berada sekitar 8–10 km/liter dan perjalanan luar kota/tol sekitar 11–14 km/liter.
Dasar Perhitungan
Agar lebih realistis, kita bisa menggunakan tiga skenario:
- 8 km/liter → penggunaan dalam kota dan kondisi macet.
- 10 km/liter → penggunaan campuran.
- 12 km/liter → perjalanan relatif lancar.
- 14 km/liter → perjalanan luar kota dengan kondisi ideal.
Dengan Dexlite Rp24.200/liter, rumus sederhananya:
Biaya BBM = Jarak Tempuh ÷ Konsumsi × Harga Dexlite
Biaya BBM Pajero Per 100 Kilometer




Untuk mengetahui apakah Pajero tergolong mahal dalam konsumsi BBM, cara paling mudah adalah menghitung biaya untuk setiap 100 km.
| Konsumsi | BBM untuk 100 km | Biaya Dexlite Rp24.200 |
|---|---|---|
| 8 km/l | 12,5 liter | Rp302.500 |
| 10 km/l | 10 liter | Rp242.000 |
| 12 km/l | 8,33 liter | Rp201.242 |
| 14 km/l | 7,14 liter | Rp172.914 |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa Pajero dengan konsumsi 10 km/l membutuhkan sekitar Rp242 ribu untuk setiap 100 km.
Jika digunakan di perkotaan dengan konsumsi sekitar 8 km/l, biayanya bisa mencapai sekitar Rp302.500 per 100 km.
Kalau Dipakai 1.000 Km
Untuk penggunaan sekitar 1.000 km per bulan, estimasinya:
- 8 km/l → sekitar Rp3.025.000
- 10 km/l → sekitar Rp2.420.000
- 12 km/l → sekitar Rp2.016.700
- 14 km/l → sekitar Rp1.729.000
Angka tersebut baru merupakan biaya BBM, belum termasuk servis, oli, ban, pajak, tol, parkir, dan biaya perawatan lainnya.
Biaya BBM Pajero Per Bulan


Jika Pajero digunakan sebagai kendaraan harian sekaligus kendaraan keluarga, jarak tempuh bulanan bisa cukup tinggi. Berikut simulasi berdasarkan harga Dexlite Lampung Rp24.200 per liter.
| Jarak per Bulan | 8 km/l | 10 km/l | 12 km/l | 14 km/l |
|---|---|---|---|---|
| 500 km | Rp1.512.500 | Rp1.210.000 | Rp1.008.300 | Rp864.300 |
| 1.000 km | Rp3.025.000 | Rp2.420.000 | Rp2.016.700 | Rp1.729.000 |
| 1.500 km | Rp4.537.500 | Rp3.630.000 | Rp3.025.000 | Rp2.593.000 |
| 2.000 km | Rp6.050.000 | Rp4.840.000 | Rp4.033.300 | Rp3.458.000 |
| 3.000 km | Rp9.075.000 | Rp7.260.000 | Rp6.050.000 | Rp5.187.000 |
Skenario Penggunaan Normal
Misalnya Pajero digunakan 1.500 km per bulan dengan konsumsi rata-rata 10 km/liter.
Kebutuhan BBM:
1.500 ÷ 10 = 150 liter
Biaya:
150 × Rp24.200 = Rp3.630.000
Jadi, pemakaian sekitar 1.500 km per bulan membutuhkan anggaran Dexlite sekitar Rp3,63 juta per bulan.
Jika penggunaan lebih banyak di jalan luar kota dan konsumsi mencapai 12 km/liter, biayanya turun menjadi sekitar Rp3,03 juta per bulan.
Berapa Pengeluaran Pajero Setahun?


Untuk melihat dampak harga BBM terhadap pengeluaran jangka panjang, kita bisa menggunakan contoh pemakaian 1.500 km per bulan.
Jika konsumsi rata-rata 10 km/liter:
150 liter × Rp24.200 = Rp3.630.000 per bulan
Dalam satu tahun:
Rp3.630.000 × 12 = Rp43.560.000
Artinya, pemilik Pajero yang menempuh sekitar 1.500 km setiap bulan dapat menghabiskan sekitar Rp43,56 juta per tahun untuk Dexlite saja jika konsumsi rata-ratanya 10 km/liter dan harga Dexlite tetap Rp24.200/liter.
Belum Termasuk Perawatan
Biaya Rp43,56 juta tersebut bukan berarti total biaya memiliki Pajero.
Masih terdapat pengeluaran seperti:
- Servis berkala.
- Oli mesin.
- Filter oli.
- Filter udara.
- Filter bahan bakar.
- Ban.
- Rem.
- Aki.
- Pajak kendaraan.
- Tol.
- Parkir.
- Asuransi.
- Perbaikan tidak terduga.
Karena itu, ketika menghitung total cost of ownership, BBM sebaiknya hanya menjadi salah satu komponen.
Apakah Pajero Boros?
Jawabannya tergantung pembandingnya.
Untuk SUV diesel berukuran besar, konsumsi sekitar 10–14 km/liter masih dapat dikatakan cukup masuk akal. Namun, dari sisi nominal, harga Dexlite Rp24.200/liter membuat biaya operasional Pajero terasa cukup besar.
Sebagai contoh, kendaraan dengan konsumsi 10 km/liter membutuhkan Rp242.000 setiap 100 km. Jika dibandingkan dengan mobil yang mampu mencapai 15–20 km/liter, tentu biaya per kilometernya lebih tinggi.
Jadi, Pajero bukan kendaraan yang dipilih semata-mata karena irit BBM. Keunggulannya lebih kepada performa, kenyamanan, kapasitas, ground clearance, dan karakter SUV.
Tips Menghemat BBM Pajero
Ada beberapa cara sederhana untuk menekan pengeluaran BBM tanpa harus mengurangi terlalu banyak penggunaan kendaraan.
- Jaga tekanan ban sesuai rekomendasi.
- Hindari akselerasi dan pengereman secara agresif.
- Jangan membawa barang yang tidak diperlukan.
- Lakukan servis secara berkala.
- Gunakan BBM sesuai rekomendasi kendaraan.
- Manfaatkan momentum ketika berkendara di jalan luar kota.
- Hindari membiarkan mesin menyala terlalu lama ketika kendaraan berhenti.
- Gunakan rute yang lebih lancar ketika memungkinkan.
- Perhatikan kondisi filter udara dan filter bahan bakar.
- Pantau konsumsi BBM melalui trip meter atau metode isi penuh ke isi penuh.
Pada akhirnya, gaya mengemudi sangat memengaruhi konsumsi aktual. Pajero yang digunakan santai di jalan luar kota tentu bisa menghasilkan angka berbeda dengan Pajero yang setiap hari menghadapi kemacetan dan membawa banyak penumpang.
Berapa harga Dexlite di Lampung September 2026?
Harga Dexlite yang tercantum untuk wilayah Lampung per September 2026 adalah Rp24.200 per liter.
Berapa konsumsi BBM Pajero Sport diesel?
Sebagai gambaran, konsumsi dapat berada sekitar 8–10 km/liter dalam penggunaan berat atau perkotaan dan sekitar 11–14 km/liter untuk perjalanan luar kota, tergantung kondisi kendaraan dan gaya berkendara.
Berapa biaya BBM Pajero untuk 1.000 km?
Dengan asumsi konsumsi 10 km/liter dan Dexlite Rp24.200/liter, biaya sekitar Rp2,42 juta untuk 1.000 km.
Berapa biaya BBM Pajero setahun?
Jika jarak tempuh 1.500 km per bulan dan konsumsi rata-rata 10 km/liter, estimasi Dexlite sekitar Rp43,56 juta per tahun. Ini belum termasuk biaya perawatan, pajak, tol, parkir, dan pengeluaran lainnya.
Pajero Diesel vs Mobil Listrik 2026
Kalau sebelumnya kita menghitung biaya Mitsubishi Pajero menggunakan Dexlite Rp24.200 per liter di Lampung, menarik untuk melihat berapa besar selisihnya jika Pajero dibandingkan dengan mobil listrik besar yang kapasitas dan kelas penggunaannya mendekati.
Sebagai pembanding, saya gunakan Hyundai IONIQ 9, SUV listrik 7 penumpang yang saat ini sudah tercantum di situs Hyundai Indonesia dengan harga mulai Rp1,547 miliar. IONIQ 9 memiliki baterai 110,3 kWh dan varian AWD dengan tenaga hingga 427,7 PS serta torsi 700 Nm.
Untuk perhitungan, Dexlite Lampung September 2026 digunakan pada Rp24.200/liter. Harga ini berlaku sejak 1 September 2026.




Perbandingan Konsumsi Pajero dan IONIQ 9
Untuk Pajero Sport diesel, kita gunakan asumsi konsumsi rata-rata 10 km/liter sebagai skenario campuran. Angka aktual bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung lalu lintas, beban, kecepatan, AC, dan gaya mengemudi.
Sementara IONIQ 9 mempunyai baterai 110,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 734 km NEDC pada informasi Hyundai Indonesia untuk konfigurasi tertentu. Hyundai juga mencantumkan kemampuan pengisian 10–80% dalam sekitar 24 menit untuk pengisian ultra-cepat.
Untuk perhitungan biaya listrik, saya menggunakan asumsi konsumsi 20 kWh/100 km. Ini adalah angka simulasi yang lebih mudah digunakan untuk menghitung biaya operasional, bukan klaim konsumsi riil setiap kondisi.
Baca Juga: Begadang Resto Bandar Lampung: Nasi Padang Favorit Keluarga
| Komponen | Pajero Sport Diesel | Hyundai IONIQ 9 |
|---|---|---|
| Energi | Dexlite | Listrik |
| Harga energi | Rp24.200/liter | Asumsi Rp1.444,70/kWh |
| Konsumsi asumsi | 10 km/l | 20 kWh/100 km |
| Biaya 100 km | Rp242.000 | Rp28.894 |
| Biaya 1.000 km | Rp2.420.000 | Rp288.940 |
| Biaya 1.500 km | Rp3.630.000 | Rp433.410 |
| Biaya 2.000 km | Rp4.840.000 | Rp577.880 |
| Biaya 3.000 km | Rp7.260.000 | Rp866.820 |
Tarif listrik PLN periode Juli–September 2026 tidak mengalami kenaikan; angka tarif rumah tangga bergantung pada golongan daya. Karena itu, angka Rp1.444,70/kWh di atas sebaiknya dianggap contoh tarif listrik rumah tangga, bukan tarif universal untuk seluruh pelanggan atau seluruh metode pengisian.
Selisihnya Sangat Besar
Dengan asumsi tersebut, setiap perjalanan 100 km membutuhkan:
Pajero: Rp242.000
IONIQ 9: sekitar Rp28.900
Jadi, biaya energi IONIQ 9 secara teoritis hanya sekitar 12% biaya BBM Pajero dalam skenario ini.
Dengan kata lain, untuk setiap Rp242 ribu yang dikeluarkan Pajero untuk energi perjalanan 100 km, IONIQ 9 membutuhkan sekitar Rp29 ribu jika pengisian dilakukan dengan listrik rumah menggunakan asumsi tarif tersebut.
Simulasi Biaya Bulanan

Sekarang kita gunakan contoh pemakaian 1.500 km per bulan.
Pada Pajero dengan konsumsi 10 km/l:
1.500 ÷ 10 = 150 liter
Kemudian:
150 × Rp24.200 = Rp3.630.000
Sedangkan IONIQ 9 dengan asumsi 20 kWh/100 km:
1.500 ÷ 100 × 20 = 300 kWh
Jika listrik dihitung Rp1.444,70/kWh:
300 × Rp1.444,70 = Rp433.410
Artinya terdapat selisih sekitar:
Rp3.630.000 − Rp433.410 = Rp3.196.590 per bulan
Kalau Dipakai 2.000 Km
Untuk pemakaian 2.000 km:
Pajero: sekitar Rp4,84 juta/bulan
IONIQ 9: sekitar Rp578 ribu/bulan
Selisihnya sekitar Rp4,26 juta per bulan.
Dalam setahun, dengan jarak 2.000 km per bulan:
- Pajero: sekitar Rp58,08 juta
- IONIQ 9: sekitar Rp6,93 juta
- Potensi selisih energi: sekitar Rp51,15 juta
Ini merupakan simulasi biaya energi, bukan total biaya kepemilikan kendaraan.
Bagaimana Jika Konsumsi EV Lebih Boros?
Supaya perbandingan tidak terlalu ideal, kita bisa menggunakan konsumsi IONIQ 9 sebesar 25 kWh/100 km.
Dengan tarif Rp1.444,70/kWh:
25 × Rp1.444,70 = Rp36.117 per 100 km
Bahkan dengan konsumsi 25 kWh/100 km, biayanya masih jauh di bawah Pajero yang diasumsikan 10 km/l dengan Dexlite Rp24.200.
Ini menunjukkan bahwa keunggulan utama mobil listrik bukan hanya pada konsumsi energinya, tetapi juga harga energi per kilometer.
Biaya Tahunan Pajero vs Mobil Listrik




Untuk melihat dampaknya lebih jelas, kita gunakan jarak 1.500 km setiap bulan atau 18.000 km per tahun.
| Jarak 18.000 km/Tahun | Pajero | IONIQ 9 20 kWh/100 km |
|---|---|---|
| Kebutuhan energi | 1.800 liter | 3.600 kWh |
| Biaya energi | Rp43.560.000 | Rp5.200.920 |
| Penghematan EV | — | Rp38.359.080 |
| Perkiraan per bulan | Rp3.630.000 | Rp433.410 |
Jadi, berdasarkan simulasi ini, penggunaan IONIQ 9 bisa menghemat sekitar Rp38,36 juta per tahun hanya dari energi dibandingkan Pajero.
Namun, ada catatan penting: angka mobil listrik tersebut berlaku apabila mayoritas pengisian dilakukan dengan listrik rumah menggunakan tarif yang diasumsikan. Jika sering menggunakan DC fast charging berbayar, biaya per kWh bisa lebih tinggi sehingga penghematannya mengecil.
Penghematan Lima Tahun
Jika angka tersebut diasumsikan tidak berubah selama lima tahun:
Rp38,36 juta × 5 = sekitar Rp191,8 juta
Tetapi jangan langsung menyimpulkan bahwa membeli IONIQ 9 lebih murah secara keseluruhan.
Harga pembelian awal IONIQ 9 sendiri berada di kelas yang sangat berbeda. Hyundai Indonesia saat ini mencantumkan harga mulai Rp1,547 miliar.
Artinya, hemat BBM tidak otomatis berarti lebih murah dalam total kepemilikan.
Mana Lebih Hemat untuk Jangka Panjang?



Kalau hanya melihat biaya energi, mobil listrik menang cukup telak.
Namun, keputusan antara Pajero dan mobil listrik seperti IONIQ 9 sebaiknya melihat kebutuhan penggunaan secara keseluruhan.
| Faktor | Pajero Sport | IONIQ 9 |
|---|---|---|
| BBM/listrik | Lebih mahal | Jauh lebih murah jika charging rumah |
| Jarak jauh | Mudah isi BBM | Perlu memperhatikan charging |
| Infrastruktur | Sangat matang | Terus berkembang |
| Performa | Torsi diesel kuat | Akselerasi sangat kuat |
| Kapasitas | 7 penumpang | 7 penumpang |
| Karakter | SUV diesel | SUV listrik premium |
| Off-road | Lebih cocok | Lebih berorientasi jalan raya |
| Biaya energi | Tinggi | Rendah |
| Harga pembelian | Lebih rendah | Jauh lebih mahal untuk IONIQ 9 |
IONIQ 9 menawarkan keunggulan lain berupa kenyamanan kabin dan teknologi. Hyundai mencantumkan konfigurasi tujuh penumpang, fitur kenyamanan hingga kursi baris kedua elektrik, V2L, serta sistem keselamatan Hyundai SmartSense.
Di sisi lain, Pajero Sport lebih menarik bagi orang yang membutuhkan SUV diesel yang siap digunakan perjalanan jauh tanpa bergantung pada waktu pengisian baterai.
Kesimpulan: Hemat Mana?
Kalau pertanyaannya “mana yang paling hemat biaya perjalanan?”, jawabannya adalah:
Mobil listrik.
Dengan contoh 1.500 km per bulan:
Pajero: ±Rp3,63 juta/bulan
IONIQ 9: ±Rp433 ribu/bulan
Potensi selisih sekitar Rp3,2 juta setiap bulan.
Tetapi kalau pertanyaannya “mana yang lebih ekonomis untuk dibeli?”, jawabannya belum tentu mobil listrik.
IONIQ 9 sendiri tercantum mulai Rp1,547 miliar di Hyundai Indonesia, sehingga selisih harga pembelian dengan SUV diesel seperti Pajero Sport perlu diperhitungkan.
Jadi, Pajero unggul pada fleksibilitas BBM dan karakter SUV, sedangkan mobil listrik unggul sangat jauh pada biaya energi per kilometer.
Kalau tujuan Anda adalah rental mobil, perhitungannya bahkan lebih menarik lagi karena kita bisa menghitung biaya per kilometer Pajero vs IONIQ 9 + depresiasi + servis + pajak + ban + harga sewa, sehingga bisa terlihat mana yang memberikan margin rental paling besar.
Baca Juga: Begadang Resto Bandar Lampung: Nasi Padang Favorit Keluarga