Kalau mencari mobil listrik yang ukurannya tidak terlalu besar tetapi tetap menawarkan jarak tempuh panjang, BYD Dolphin menjadi salah satu model yang menarik untuk diperhatikan. Bentuknya compact, tetapi kabinnya cukup lega untuk lima penumpang dan teknologi yang dibawanya sudah jauh lebih lengkap dibandingkan city car listrik generasi awal.
BYD Dolphin menggunakan e-Platform 3.0 dan BYD Blade Battery. Di Indonesia, model ini ditawarkan dalam varian Dynamic Standard Range dan Premium Extended Range. Berdasarkan daftar harga resmi BYD yang ditampilkan saat ini, Dynamic dibanderol mulai Rp369 juta OTR Jakarta, sedangkan Premium mulai Rp429 juta OTR Jakarta.
Menariknya, Dolphin bukan sekadar mobil listrik kecil untuk penggunaan dalam kota. Varian Dynamic memiliki klaim jarak tempuh hingga 410 km NEDC, sedangkan Premium mencapai 490 km NEDC. Dengan kapasitas lima penumpang dan wheelbase 2.700 mm, mobil ini cukup masuk akal untuk digunakan sebagai kendaraan harian maupun perjalanan antarkota dengan perencanaan pengisian daya.






Spesifikasi BYD Dolphin 2026
BYD Dolphin termasuk compact electric hatchback yang mengambil inspirasi desain dari tema laut. BYD menyebut bahasa desainnya sebagai Ocean Aesthetics, dengan bentuk lampu dan garis bodi yang terinspirasi dari gerakan lumba-lumba.
Dari sisi ukuran, Dolphin memiliki panjang 4.290 mm, lebar 1.770 mm, tinggi 1.570 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Ground clearance-nya tercatat 130 mm pada spesifikasi resmi yang dipublikasikan BYD.
Dimensi tersebut membuat Dolphin terasa lebih besar dibandingkan city car listrik mungil, tetapi tetap lebih mudah dikendalikan di perkotaan dibanding SUV listrik berukuran besar.
Kapasitas Mesin Digantikan Motor Listrik
Seperti kendaraan listrik murni lainnya, BYD Dolphin tidak memiliki mesin bensin dalam satuan cc.
Sebagai pengganti mesin pembakaran internal, mobil ini menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor.
Varian Dynamic Standard Range menggunakan motor dengan daya maksimum 70 kW dan torsi 180 Nm, sedangkan Premium Extended Range menghasilkan hingga 150 kW dengan torsi 310 Nm. Keduanya menggunakan penggerak roda depan.
| Spesifikasi | BYD Dolphin Dynamic | BYD Dolphin Premium |
|---|---|---|
| Jenis kendaraan | Compact EV hatchback | Compact EV hatchback |
| Motor | PMSM | PMSM |
| Daya maksimum | 70 kW | 150 kW |
| Torsi maksimum | 180 Nm | 310 Nm |
| Penggerak | FWD | FWD |
| Baterai | 44,9 kWh | 60,48 kWh |
| Jarak tempuh NEDC | 410 km | 490 km |
| 0–100 km/jam | 12,3 detik | 7,0 detik |
| Kapasitas penumpang | 5 orang | 5 orang |
| Panjang | 4.290 mm | 4.290 mm |
| Lebar | 1.770 mm | 1.770 mm |
| Tinggi | 1.570 mm | 1.570 mm |
| Wheelbase | 2.700 mm | 2.700 mm |
Spesifikasi baterai, motor, dimensi, dan performa tersebut berasal dari brosur resmi BYD. (BYD)
Dari tabel tersebut terlihat bahwa perbedaan Dynamic dan Premium bukan hanya soal kapasitas baterai. Premium memiliki motor yang jauh lebih bertenaga dan torsi lebih besar.
Ukuran Baterai dan Perbandingan KM dengan Mobil Bensin
Baterai menjadi salah satu pembeda utama antara kedua varian Dolphin.
BYD Dolphin Dynamic menggunakan baterai Blade Battery berkapasitas 44,9 kWh, sedangkan Dolphin Premium menggunakan baterai 60,48 kWh.
Keduanya menggunakan teknologi Blade Battery yang menjadi salah satu teknologi utama BYD. BYD menjelaskan bahwa Blade Battery dikembangkan dengan pendekatan keselamatan dan efisiensi energi, serta digunakan bersama e-Platform 3.0 pada Dolphin.
410 KM atau 490 KM Sekali Pengisian?
Untuk varian Dynamic, BYD mencantumkan jarak tempuh hingga 410 km NEDC.
Sementara Dolphin Premium dapat mencapai hingga 490 km NEDC.
Angka tersebut cukup menarik karena ukuran Dolphin sebenarnya tidak terlalu besar.
Namun, angka NEDC sebaiknya tidak dianggap sebagai jarak tempuh pasti dalam penggunaan sehari-hari. Kondisi lalu lintas, kecepatan, penggunaan AC, beban penumpang, temperatur, kondisi baterai, tekanan ban, dan gaya mengemudi semuanya dapat memengaruhi konsumsi listrik.
Karena itu, pengguna yang merencanakan perjalanan jauh sebaiknya tetap menyediakan margin dan mengetahui lokasi charging di sepanjang rute.





Bagaimana Konsumsi Kilometer Dibanding Mobil Bensin?
Untuk membandingkan EV dengan kendaraan bensin, kita bisa menggunakan simulasi sederhana.
Misalnya sebuah hatchback bensin mempunyai konsumsi rata-rata 15 km/liter.
Untuk menempuh 450 km:
450 km ÷ 15 km/l = 30 liter bensin
Jika harga bensin diasumsikan Rp10.000 per liter, kebutuhan energinya sekitar:
30 × Rp10.000 = Rp300.000
Pada Dolphin, energi disimpan dalam baterai dan biaya perjalanan tergantung tarif listrik serta metode charging.
Sebagai contoh sederhana, jika kendaraan menggunakan energi sekitar 12–15 kWh untuk setiap 100 km, maka perjalanan 450 km membutuhkan sekitar 54–67,5 kWh energi. Angka aktual dapat berbeda karena sebagian energi hilang dalam proses charging dan kondisi perjalanan juga berpengaruh.
Jadi, perbandingan paling masuk akal bukan sekadar melihat 44,9 kWh versus tangki bensin, tetapi melihat berapa rupiah yang diperlukan untuk menempuh satu kilometer.
Baca Juga: Lampung Walk Wisata Keluarga Seru!
Untuk pengguna yang mayoritas melakukan perjalanan dalam kota, potensi biaya energi yang lebih rendah menjadi salah satu alasan menarik untuk mempertimbangkan Dolphin.
Interior BYD Dolphin
Masuk ke kabin, desain Dolphin cukup berbeda dari mobil hatchback konvensional.
BYD menggunakan konsep interior yang modern dengan floating center console dan layar utama sebagai pusat berbagai fungsi kendaraan. Konsol tengah dirancang dengan bentuk yang terlihat ringan dan futuristis.
Walaupun bodinya compact, BYD memanfaatkan e-Platform 3.0 untuk memberikan ruang kabin yang cukup lega. Salah satu keuntungannya adalah lantai belakang yang relatif datar, sehingga penumpang tengah di baris kedua mendapatkan ruang kaki yang lebih nyaman.
Kabin Lima Penumpang yang Fleksibel
Dolphin mempunyai kapasitas lima penumpang, sehingga lebih fleksibel dibanding mobil listrik dua atau empat penumpang.
Wheelbase 2.700 mm juga cukup panjang untuk ukuran hatchback. Hal tersebut membantu menciptakan ruang kabin yang lebih lapang.
Untuk perjalanan harian, konfigurasi lima kursi membuat Dolphin cukup praktis. Dua orang bisa menggunakan mobil dengan sangat leluasa, sementara ketika membawa keluarga, tiga penumpang tambahan masih dapat ditempatkan di baris kedua.
BYD juga memberikan sejumlah ruang penyimpanan di dalam kabin, termasuk kantong pintu, kompartemen tengah, dan area penyimpanan di bawah layar.






Layar Putar dan Fitur Modern
Salah satu ciri khas BYD Dolphin adalah layar infotainment yang dapat berputar, sehingga orientasinya dapat disesuaikan.
BYD juga menyediakan berbagai fitur konektivitas dan sistem kokpit pintar. Pada pembaruan Dolphin 2025, BYD menambahkan wireless charging 50W serta V2L adapter sebagai perlengkapan standar untuk kedua varian. (BYD)
V2L atau Vehicle-to-Load memungkinkan kendaraan digunakan sebagai sumber daya listrik untuk perangkat eksternal. Fitur seperti ini dapat berguna ketika melakukan aktivitas outdoor atau membutuhkan sumber listrik portabel.
Untuk keselamatan, BYD Dolphin juga menawarkan rangkaian fitur bantuan pengemudi. BYD mencantumkan berbagai fitur ADAS seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, Lane Change Collision Warning, Rear Cross Traffic Alert, dan Rear Cross Traffic Brake.
Keunggulan BYD Dolphin
Ada beberapa alasan mengapa Dolphin menarik di pasar mobil listrik Indonesia.
Pertama adalah kombinasi ukuran dan jarak tempuh. Bodi tetap compact untuk perkotaan, tetapi baterainya mampu memberikan klaim hingga 410 km atau 490 km NEDC sesuai varian.
Kedua adalah perbedaan performa yang cukup signifikan antara Dynamic dan Premium. Premium memiliki daya 150 kW dan torsi 310 Nm, sehingga akselerasinya jauh lebih cepat dibanding Dynamic.
Ketiga adalah Blade Battery. BYD menjadikan teknologi baterai tersebut sebagai salah satu bagian penting dari ekosistem kendaraan listriknya.
Keempat adalah e-Platform 3.0, yang memang dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik. Platform ini membantu BYD mengoptimalkan ruang kabin, efisiensi, teknologi, serta sistem penggerak.
Kelima adalah fitur yang cukup lengkap untuk kendaraan compact. V2L, wireless charging 50W, layar infotainment, berbagai fitur ADAS, serta desain interior modern membuat Dolphin terasa lebih premium dibanding hatchback listrik sederhana.
Beberapa keunggulan utama BYD Dolphin dapat dirangkum sebagai berikut:
- kapasitas lima penumpang;
- baterai Blade Battery;
- baterai 44,9 kWh pada Dynamic;
- baterai 60,48 kWh pada Premium;
- jarak tempuh hingga 410 km NEDC;
- jarak tempuh hingga 490 km NEDC;
- tenaga hingga 150 kW;
- torsi hingga 310 Nm;
- penggerak roda depan;
- e-Platform 3.0;
- layar infotainment dengan kemampuan berputar;
- wireless charging 50W;
- V2L;
- berbagai fitur ADAS;
- desain interior modern;
- lantai belakang relatif datar;
- kapasitas lima penumpang.
Harga OTR BYD Dolphin 2026
Untuk harga terbaru yang ditampilkan BYD Indonesia, Dolphin Dynamic Standard Range dibanderol mulai Rp369 juta OTR Jakarta, sementara Dolphin Premium Extended Range mulai Rp429 juta OTR Jakarta. Daftar harga resmi BYD yang tersedia saat ini mencantumkan harga Dynamic per 4 Februari 2025.
Artinya, untuk calon pembeli pada 2026, angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai referensi harga yang sedang ditampilkan BYD, bukan dianggap sebagai harga final seluruh wilayah Indonesia.
Harga OTR Bandar Lampung juga dapat berbeda dari Jakarta karena faktor pajak daerah, administrasi, kebijakan dealer, program penjualan, dan periode pembelian.
Kalau melihat perbedaan kedua varian, Dolphin Dynamic lebih menarik untuk pengguna yang menginginkan EV dengan harga awal lebih rendah dan jarak tempuh 410 km NEDC sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Sementara Dolphin Premium lebih cocok bagi konsumen yang menginginkan baterai 60,48 kWh, jarak tempuh lebih jauh, serta performa yang jauh lebih tinggi.
Secara keseluruhan, BYD Dolphin merupakan salah satu mobil listrik yang menarik bagi pengguna yang ingin naik kelas dari city car listrik mungil tanpa langsung masuk ke SUV listrik berukuran besar.
Bodinya tetap compact, tetapi kapasitas lima penumpang, wheelbase 2.700 mm, baterai hingga 60,48 kWh, jarak tempuh hingga 490 km NEDC, serta fitur modern membuat Dolphin cukup lengkap untuk menjadi kendaraan harian.
Kalau prioritasnya adalah mobil listrik untuk penggunaan kota yang tetap mampu diajak perjalanan luar kota dengan perencanaan charging yang baik, BYD Dolphin termasuk pilihan yang layak diperhitungkan.
Baca Juga: Lampung Walk Wisata Keluarga Seru!