Kalau membicarakan mobil listrik yang desainnya benar-benar berbeda dari mobil konvensional, Hyundai IONIQ 5 hampir selalu masuk dalam daftar. Bentuknya futuristis, tetapi tetap membawa karakter mobil keluarga. Kabinnya lega, wheelbase panjang, baterainya besar, dan teknologi pengisian dayanya menjadi salah satu bagian paling menarik dari mobil ini.
Hyundai Indonesia saat ini menempatkan IONIQ 5 sebagai salah satu model dalam kategori Electrified Lifestyle. Di situs resmi Hyundai, harga IONIQ 5 terbaru tercantum mulai Rp809 juta OTR Jakarta.
IONIQ 5 juga menarik karena sejak awal memang dikembangkan sebagai kendaraan listrik, bukan sekadar mobil bermesin bensin yang kemudian diganti sistem penggeraknya. Mobil ini menggunakan Electric-Global Modular Platform (E-GMP) yang memungkinkan wheelbase panjang, lantai kabin rata, ruang interior luas, serta kemampuan pengisian cepat.
Untuk pasar Indonesia, IONIQ 5 tersedia dalam pilihan baterai Standard Range dan Long Range. Data Hyundai mencantumkan baterai 58 kWh untuk Standard Range dan 72,6 kWh untuk Long Range pada spesifikasi generasi yang ditawarkan.






Spesifikasi Hyundai IONIQ 5
IONIQ 5 mempunyai karakter desain yang cukup unik. Sekilas terlihat seperti hatchback besar, tetapi dimensi dan proporsinya membuat mobil ini lebih dekat dengan crossover listrik.
Hyundai mencantumkan panjang sekitar 4.635 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.605 mm, dan wheelbase mencapai 3.000 mm. Wheelbase yang panjang tersebut menjadi salah satu faktor penting mengapa ruang kabin IONIQ 5 terasa sangat lega.
Mobil ini menggunakan platform E-GMP yang memang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Karena tidak membutuhkan ruang besar untuk mesin pembakaran internal dan sistem transmisinya, Hyundai memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengatur ruang kabin.
Kapasitas Mesin dan Motor Listrik
Sama seperti BYD Atto 3 maupun Wuling Air ev, IONIQ 5 tidak mempunyai kapasitas mesin dalam satuan cc.
Tidak ada mesin bensin 1.500 cc atau 2.000 cc di balik kap mesinnya. Sebagai gantinya, kendaraan menggunakan motor listrik.
Untuk Standard Range, Hyundai mencantumkan tenaga maksimum 170 PS dan torsi 350 Nm. Sementara Long Range menghasilkan hingga 217 PS dengan torsi 350 Nm. (Hyundai)
| Spesifikasi | IONIQ 5 Standard Range | IONIQ 5 Long Range |
|---|---|---|
| Jenis penggerak | Motor listrik | Motor listrik |
| Kapasitas baterai | 58 kWh | 72,6 kWh |
| Tenaga maksimum | 170 PS | 217 PS |
| Torsi maksimum | 350 Nm | 350 Nm |
| Jarak tempuh WLTP | Hingga 384 km | Hingga 481 km* |
| Panjang | ±4.635 mm | ±4.635 mm |
| Lebar | ±1.890 mm | ±1.890 mm |
| Tinggi | ±1.605 mm | ±1.605 mm |
| Wheelbase | 3.000 mm | 3.000 mm |
| Kapasitas penumpang | 5 orang | 5 orang |
*Angka jarak tempuh bergantung varian. Data Hyundai sebelumnya mencantumkan hingga 384 km untuk Standard Range dan hingga 481 km untuk Long Range berdasarkan WLTP.
Dari angka tersebut terlihat bahwa IONIQ 5 Long Range lebih ditujukan untuk pengguna yang menginginkan kemampuan perjalanan lebih jauh dalam satu kali pengisian.
Ukuran Baterai dan Perbandingan KM dengan Mobil Bensin
Baterai adalah salah satu komponen paling penting pada mobil listrik karena menentukan seberapa banyak energi yang bisa disimpan.
IONIQ 5 Standard Range menggunakan baterai 58 kWh, sedangkan Long Range menggunakan baterai 72,6 kWh. (Hyundai)
Semakin besar kapasitas baterai bukan berarti otomatis konsumsi listriknya semakin rendah. Kapasitas menunjukkan berapa banyak energi yang dapat disimpan, sedangkan efisiensi ditentukan oleh seberapa banyak energi yang digunakan kendaraan untuk menempuh jarak tertentu.
384 KM hingga 481 KM Sekali Pengisian
Pada data Hyundai, IONIQ 5 Standard Range memiliki jarak tempuh hingga 384 km WLTP, sedangkan Long Range mencapai hingga 481 km WLTP pada varian tertentu. (Hyundai)
Angka tersebut cukup menarik untuk kendaraan yang dimensinya besar.
Namun, seperti semua angka konsumsi dan jarak tempuh kendaraan, hasil sebenarnya di jalan dapat berbeda. Kecepatan, penggunaan AC, jumlah penumpang, kondisi jalan, temperatur, tekanan ban, dan gaya berkendara akan memengaruhi konsumsi listrik.
Karena itu, angka 481 km sebaiknya dipahami sebagai hasil pengujian, bukan jaminan bahwa mobil selalu dapat menempuh jarak tersebut dalam setiap kondisi.
Bagaimana Dibandingkan Mobil Bensin?
Untuk memahami perbedaannya, kita dapat membuat ilustrasi sederhana.
Misalnya sebuah SUV atau crossover bensin berukuran sekelas IONIQ 5 mempunyai konsumsi sekitar 10–12 km/liter. Untuk menempuh 400 km, kebutuhan bensinnya berada di sekitar:
400 km ÷ 10 km/l = 40 liter
atau:
400 km ÷ 12 km/l = 33,3 liter
Jika harga bensin diasumsikan Rp10.000 per liter, maka kebutuhan energi dalam bentuk BBM sekitar Rp333.000–Rp400.000.
Sementara IONIQ 5 menggunakan listrik yang disimpan dalam baterai. Biaya pengisian akan bergantung pada tarif listrik dan sumber pengisian. Jika melakukan charging di rumah, perhitungannya berbeda dengan charging di stasiun pengisian berbayar.
Baca Juga: Lampung Walk Wisata Keluarga Seru!
Jadi, perbandingan yang paling fair sebenarnya bukan 58 kWh versus sekian liter bensin, melainkan:
biaya energi per kilometer + biaya perawatan + karakter penggunaan.
Di sinilah mobil listrik mempunyai potensi keunggulan. Motor listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan mesin pembakaran internal, sehingga kebutuhan perawatan sistem penggerak dapat lebih sederhana.






Interior Hyundai IONIQ 5
Bagian interior menjadi salah satu aspek yang membuat IONIQ 5 menarik.
Wheelbase sepanjang 3.000 mm memberikan ruang kabin yang luas. Hyundai memanfaatkan karakter platform listrik untuk menciptakan interior dengan lantai yang lebih rata dan ruang gerak yang fleksibel.
Desain dashboard juga terasa minimalis. Alih-alih menggunakan banyak tombol fisik, Hyundai menggabungkan panel instrumen digital dengan layar infotainment dalam satu bidang horizontal.
Untuk mobil dengan desain futuristis seperti ini, kabin IONIQ 5 justru tidak terasa terlalu rumit.
Kabin Lega dan Konsep Interior Modern
Salah satu kelebihan platform E-GMP adalah fleksibilitas pengaturan ruang.
Penumpang baris kedua mendapatkan ruang yang lega, sementara kursi dapat diatur untuk memberikan fleksibilitas tambahan. Ini membuat IONIQ 5 cukup nyaman digunakan sebagai kendaraan keluarga.
Hyundai juga menawarkan material interior dengan pendekatan yang lebih modern dan berorientasi pada penggunaan material ramah lingkungan pada bagian tertentu. Konsepnya bukan sekadar membuat kabin terlihat futuristis, tetapi juga memberikan pengalaman yang berbeda dari mobil konvensional.
Untuk perjalanan jauh, ruang kaki menjadi salah satu keunggulan yang terasa. Dengan wheelbase 3 meter, IONIQ 5 mempunyai fondasi yang sangat baik untuk memberikan ruang penumpang.







Fitur dan Keunggulan Hyundai IONIQ 5
IONIQ 5 bukan hanya mengandalkan desain futuristis. Salah satu teknologi yang menjadi daya tarik utama adalah kemampuan fast charging yang dimungkinkan oleh platform E-GMP.
Platform ini dirancang untuk mendukung pengisian daya cepat, sehingga waktu menunggu saat melakukan perjalanan jauh dapat dipangkas dibandingkan pengisian AC biasa. Hyundai juga menyediakan ekosistem pengisian untuk mendukung penggunaan kendaraan listriknya. (Hyundai)
Keunggulan lainnya adalah Vehicle-to-Load atau V2L. Hyundai menyebut teknologi ini memungkinkan IONIQ 5 menyediakan daya listrik hingga 3,6 kW untuk perangkat elektronik. Artinya, mobil dapat berfungsi seperti sumber listrik portabel ketika dibutuhkan. (Hyundai)
Fitur ini menarik untuk aktivitas outdoor, perjalanan wisata, maupun kondisi tertentu ketika membutuhkan sumber listrik tambahan.
Dari sisi kenyamanan, IONIQ 5 juga menawarkan teknologi seperti sistem regenerasi energi melalui paddle shifter dan berbagai mode berkendara. Hyundai menyebut regenerative braking sebagai salah satu fitur pada sistem berkendaranya. (Hyundai)
Beberapa keunggulan utama IONIQ 5 dapat dirangkum sebagai berikut:
- desain futuristis yang sangat berbeda dari mobil konvensional;
- platform E-GMP khusus kendaraan listrik;
- baterai 58 kWh atau 72,6 kWh;
- tenaga hingga 217 PS pada Long Range;
- torsi 350 Nm;
- wheelbase 3.000 mm;
- kabin luas untuk lima penumpang;
- kemampuan fast charging;
- teknologi V2L hingga 3,6 kW;
- regenerative braking;
- ruang interior fleksibel;
- cocok untuk penggunaan perkotaan maupun perjalanan luar kota.
Harga OTR Hyundai IONIQ 5 2026
Harga menjadi bagian yang cukup menarik karena IONIQ 5 berada di kelas mobil listrik premium.
Situs resmi Hyundai Indonesia saat ini mencantumkan IONIQ 5 mulai Rp809 juta OTR Jakarta. (Hyundai)
Namun, harga tersebut perlu dibedakan dari daftar harga varian yang pernah dipublikasikan Hyundai. Dalam daftar yang dipublikasikan Hyundai pada 2025, IONIQ 5 terdiri dari Prime Standard Range, Prime Long Range, Signature Standard Range, dan Signature Long Range dengan harga OTR Jakarta mulai Rp738,3 juta hingga Rp844,6 juta. (Hyundai)
Karena situs resmi Hyundai saat ini menampilkan harga mulai Rp809 juta, angka tersebut lebih tepat digunakan sebagai referensi harga terbaru yang sedang ditampilkan, sementara harga masing-masing varian sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada dealer.
Harga OTR Jakarta juga bukan otomatis harga OTR Bandar Lampung. Perbedaan pajak daerah, administrasi, program penjualan, dan kebijakan dealer dapat membuat harga antarwilayah berbeda.
Dari sisi produk, IONIQ 5 menarik untuk konsumen yang ingin mobil listrik dengan ukuran lebih besar, kabin lega, baterai besar, kemampuan charging cepat, dan teknologi yang memang dirancang sejak awal untuk kendaraan listrik.
Kalau dibandingkan dengan Wuling Air ev, kelasnya tentu sangat berbeda. Air ev lebih cocok untuk mobilitas perkotaan yang compact, sedangkan IONIQ 5 lebih dekat dengan kendaraan keluarga premium yang mampu digunakan untuk perjalanan lebih jauh.
Dengan baterai hingga 72,6 kWh, tenaga hingga 217 PS, torsi 350 Nm, wheelbase 3 meter, serta teknologi V2L, Hyundai IONIQ 5 menjadi salah satu mobil listrik yang menawarkan keseimbangan menarik antara performa, kenyamanan, teknologi, dan kepraktisan. (Hyundai)
Baca Juga: Lampung Walk Wisata Keluarga Seru!